Berita

Sidang Ijazah Hari Ini, Detik-detik Jokowi Munculkan Ijazah Asli S1 UGM untuk Pertama Kali

4
×

Sidang Ijazah Hari Ini, Detik-detik Jokowi Munculkan Ijazah Asli S1 UGM untuk Pertama Kali

Sebarkan artikel ini
Jokowi tunjukkan ijazah asli S1 UGM di sidang hari ini (foto/ist)

JAKARTA – Sidang ijazah Jokowi, Presiden ke-7 RI mencuri perhatian hari ini, Kamis (5/11/2026). Pada sidang Roy Suryo, Jokowi membeberkan proses penyusunan skripsinya saat di UGM. Termasuk tahapan pengajuan judul hingga dinyatakan lulus dengan nilai A pada 1985.

Itu disampaikan Jokowi saat memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).

Dalam sidang hari ini, ayah dari Wapres Gibran Rakabuming Raka itu memperlihatkan dokumen ijazah pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD). Selanjutnya juga ijazah sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga Universitas Gadjah Mada (UGM).

Di hadapan majelis hakim, Jokowi menjelaskan bahwa proses penyusunan skripsinya tidak langsung berjalan mulus. Ia mengaku harus mengajukan proposal judul hingga tiga kali sebelum akhirnya mendapat persetujuan dari dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro.

“Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro,” ucap Jokowi.

Setelah melalui beberapa kali pengajuan, judul skripsi yang disetujui adalah ‘Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta’.

Jokowi selanjutnya memaparkan bahwa ujian skripsinya berlangsung pada 23 Oktober 1985. Dalam ujian tersebut, ia diuji oleh Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin.

Klaim Nilai Skripsi A

Hasilnya, Jokowi dinyatakan lulus dengan nilai A. Setelah melakukan sedikit revisi, skripsi tersebut kemudian dicetak di Percetakan Perdana.

“Saya dinyatakan lulus dengan nilai A, dan kemudian setelah sedikit revisi, skripsi itu saya cetak di Percetakan Perdana, dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana. Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual,” tutur Jokowi.

Selain menjelaskan proses penyusunan skripsi, Jokowi juga menanggapi persoalan penggunaan jenis huruf Times New Roman pada sampul skripsinya.

Penggunaan font tersebut menjadi salah satu hal yang dipersoalkan karena dinilai belum tersedia pada 1985.

Menanggapi persoalan itu, Jokowi menyatakan bahwa penggunaan jenis huruf tersebut bukan hanya terdapat pada sampul skripsinya. Ia menyebut ribuan skripsi lain yang dicetak di Percetakan Perdana pada periode tersebut juga menggunakan jenis huruf serupa.

“Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia,” pungkasnya seperti dikutip dari okezone.

Kesaksian Jokowi tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan di persidangan yang membahas persoalan dokumen pendidikan dan berbagai hal yang dipersoalkan terkait ijazahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *