Daerah

Riau Bidik Jadi Pusat Medical Tourism, Pekanbaru Punya 31 Rumah Sakit dan Ratusan Fasilitas Kesehatan

4
×

Riau Bidik Jadi Pusat Medical Tourism, Pekanbaru Punya 31 Rumah Sakit dan Ratusan Fasilitas Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Kadiskes Riau, Zulkifli saat acara seminar yang diselenggarakan RS Awal Bros (foto/Ary)

Pekanbaru – Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pusat wisata medis atau medical tourism di Indonesia. Potensi tersebut didukung keberadaan ratusan fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga medis, serta sejumlah perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran dan program studi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Zulkifli, menyebut Pekanbaru yang berjuluk Kota Bertuah menjadi daerah yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata kesehatan.

Saat ini, Pekanbaru memiliki lebih dari 200 klinik dan 31 rumah sakit. Selain itu, terdapat enam fakultas kedokteran atau jurusan kesehatan dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Abdurrab, dan lainnya.

Potensi tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem wisata medis melalui penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Ini kekuatan dan potensi besar. Kita harus ambil peluang untuk menggarap medical tourism,” kata Zulkifli disaat seminar tentang Epilepsi yang diselenggarakan RS Awal Bros baru-baru ini.

Menurut Zulkifli, pengembangan wisata medis tidak hanya membutuhkan fasilitas kesehatan yang memadai, tetapi juga harus didukung sistem pelayanan kesehatan yang kuat dari tingkat dasar hingga rujukan.

Ia menjelaskan, penguatan pelayanan kesehatan primer membutuhkan sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan cakupan program imunisasi.

Di Provinsi Riau yang memiliki 172 kecamatan dan 1.862 desa, saat ini tersedia 244 Puskesmas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 146 Puskesmas telah dilengkapi fasilitas rawat inap.

“Ke depannya, kapasitas pelayanan Puskesmas akan terus diperkuat melalui program revitalisasi yang didukung pemerintah pusat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, fasilitas, serta kapasitas sumber daya manusia kesehatan, termasuk tenaga keperawatan profesional,” sebut Zulkifli.

Ia berharap penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga keperawatan, serta optimalisasi pelayanan kesehatan primer dapat membuat sistem pelayanan kesehatan di Riau semakin terintegrasi dengan pelayanan kesehatan rujukan.

“Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan penanganan kesehatan secara optimal sejak tingkat pertama, sehingga tidak semua kasus penyakit harus berakhir di rumah sakit,” terangnya.

Zulkifli menambahkan, transformasi praktik keperawatan yang berkelanjutan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat layanan medis, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.

Dengan dukungan fasilitas kesehatan, sumber daya manusia profesional, serta kolaborasi berbagai pihak, Riau diharapkan mampu mengembangkan potensi wisata medis sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *